Ini Cara Unik Membasmi Nyamuk dengan Bekas Botol Plastik

wp_user_avatar
Ditulis oleh Ade M.

Ketika musim hujan datang, maka itulah masa di mana nyamuk mulai banyak berkeliaran di rumah. Sebenarnya tidak harus pada musim hujan, karena pada musim panas pun serangga penghisap darah manusia yang satu ini juga sering berkeliaran, terutama di sekitar wilayah yang banyak terdapat genangan air. Para nyamuk menggunakan genangan air, termasuk bak mandi atau kolam yang jarang dibersihkan, untuk bertelur dan menghasilkan jentik-jentik. Dengan begitulah mereka berkembang biak. Pada kondisi tersebut, keberadaan kelompok mereka akan semakin mengganggu ketenteraman hidup manusia, terutama di malam hari.

Image by agrobisnisinfo.com

Image by agrobisnisinfo.com

Nah, selain harus rajin membersihkan rumah, membuang air-air hujan yang tergenang, dan menyemprot bagian sudut-sudut kamar dengan obat anti nyakum, juga ada satu cara unik untuk membasmi nyamuk. Cara ini disebut unik, karena menggunakan barang bekas yang mungkin sering kita buang begitu saja, yaitu botol plastik. Bekas botol air minuman mineral yang biasanya kita abaikan itu ternyata bisa membantu dalam mengatasi nyamuk. Memang terdengar agak tidak masuk akal. Tetapi, pendapat kamu akan segera berubah, ketika sudah mencobanya dan membuktikan bahwa nyamuk di rumah kamu terus berkurang setiap hari.

Image by masbroo.com

Image by masbroo.com

Dalam percobaan ini, kita akan memanfaatkan karbondioksida alias CO2. Perlu kamu ketahui sebelumnya, ternyata nyamuk bisa mengetahui keberadaan manusia untuk menjadi mangsa melalui gas CO2 yang dikeluarkan oleh manusia melalui nafasnya. Seperti diungkap dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan Science Daily pada 2011 lalu, telah terbukti bahwa nyamuk betina cenderung mengikuti udara yang menyebarkan CO2. Dengan begitu, kita pun akan memanfaatkan hasil penelitian tersebut untuk membuat perangkap nyamuk yang unik. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat perangkat nyamuk adalah sebagai berikut:

  1. Botol plastik bekas minuman mineral ukuran 1,5 liter.
  2. Isolasi atau lakban.
  3. Plastik hitam atau kertas koran bekas.
  4. Pisau pemotong atau pisau cutter.
  5. Air panas sebanyak 200 ml.
  6. Gula merah sekitar 50 gr.
  7. Ragi bubuk sebanyak 1 gr.
Image by masbroo.com

Image by masbroo.com

Setelah semua bahan tersebut di atas sudah lengkap tersedia, maka ikuti langkah berikut ini.

  1. Potong botol plastik bekas menjadi dua bagian pada sepertiga bagian atas, yakni menjadi bagian atas berbentuk corong dan bagian bawah sebagai wadah.
  2. Larutkan gula merah dengan air panas pada bagian wadah bekas botol plastik tadi, untuk membuat gas CO2.
  3. Biarkan suhu cairan gulu tersebut sampai dingin, lalu selanjutnya tambahkan ragi bubuk di bagian atasnya tanpa diaduk.
  4. Letakkan bagian corong bekas botol plastik tadi di atas bagian wadah dengan posisi yang terbalik. Pada posisi ini, bagian yang berbentuk corong berada di dalam bagian wadah.
  5. Bungkus sekeliling botol plastik bekas tersebut dengan kantong plastik hitam atau kertas koran bekas.
  6. Letakkan alat perangkat nyamuk sederhana tersebut di tempat yang agak gelap, dan lalu tunggu hingga nyamuk-nyamuk masuk dan terperangkap di dalam wadah botol plastik itu.

Pelu kamu ketahui, campuran gula merah dan air panas tersebut akan difermentasi oleh ragi bubuk, dan mengubahnya menjadi gas CO2. Hasil fermentasi gula merah ini juga akan bisa memancing kehadiran semut. Oleh karena itu, agar alat perangkat nyamuk ini tidak diganggu oleh kelompok semut, maka letakkan di atas wadah berisi air agar tak bisa disentuh semut.